-->
Showing posts with label Mata wanita. Show all posts
Showing posts with label Mata wanita. Show all posts

Wanita Yang Aduannya Didengar Allah Dari Langit Ketujuh

Posted by Unknown Sunday, September 30, 2012 0 comments

Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa`labah Ghanam bin ‘Auf. Beliau lahir sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit r.a dan beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi`.

Khaulah binti Tsa`labah mendapati suaminya Aus bin Shamit dalam masalah yang membuat Aus marah, dia berkata, “Bagiku engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar setelah mengatakan kalimat tersebut dan duduk bersama orang-orang beberapa lama lalu dia masuk dan menginginkan Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Islam.

Khaulah berkata, “Tidak…jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkankan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.

Kemudian Khaulah keluar menemui Rasulullah saw, lalu dia duduk di hadapan Baginda dan menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya dengan suaminya. Keperluannya adalah untuk meminta fatwa dan berdialog dengan nabi tentang urusan tersebut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan urusanmu tersebut… aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”

Wanita mukminah ini mengulangi perkatannya dan menjelaskan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apa yang menimpa dirinya dan anaknya jika dia harus cerai dengan suaminya, namun rasulullah saw tetap menjawab, “Aku tidak melihat melainkan engkau telah haram baginya”.

Sesudah itu wanita mukminah ini senantiasa mengangkat kedua tangannya ke langit sedangkan di hatinya tersimpan kesedihan dan kesusahan. Pada kedua matanya nampak meneteskan air mata dan semacam ada penyesalan, maka beliau menghadap kepada Yang tiada akan rugi siapapun yang berdoa kepada-Nya. Beliau berdo’a, “Ya Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu tentang peristiwa yang menimpa diriku”.

Alangkah bagusnya seorang wanita mukminah semacam Khaulah, beliau berdiri di hadapan Rasulullah saw dan berdialog untuk meminta fatwa, adapun istighatsah dan mengadu tidak ditujukan melainkan untuk Allah Ta`ala. Ini adalah bukti kejernihan iman dan tauhidnya yang telah dipelajari oleh para sahabat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Tiada henti-hentinya wanita ini berdo`a sehingga suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pengsan sebagaimana biasanya beliau pengsan tatkala menerima wahyu. Kemudian setelah Rasulullah saw sadar kembali, beliau bersabda, “Wahai Khaulah, sungguh Allah telah menurunkan al-Qur`an tentang dirimu dan suamimu kemudian beliau membaca firman-Nya (ertinya), “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan [halnya] kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat,…sampai firman Allah: “dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang pedih.”(Al-Mujadalah:1-4)

Kemudian Rasulullah saw menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarat (tebusan) Zhihar:

Nabi : Perintahkan kepadanya (suami Khansa`) untuk memerdekan seorang budak

Khaulah : Ya Rasulullah dia tidak memiliki seorang budak yang bisa dia merdekakan.

Nabi : Jika demikian perintahkan kepadanya untuk shaum dua bulan berturut-turut

Khaulah : Demi Allah dia adalah laki-laki yang tidak kuat melakukan shaum.

Nabi : Perintahkan kepadanya memberi makan dari kurma sebanyak 60 orang miskin

Khaulah : Demi Allah ya Rasulullah dia tidak memilikinya.

Nabi : Aku bantu dengan separuhnya

Khaulah : Aku bantu separuhnya yang lain wahai Rasulullah.

Nabi : Engkau benar dan baik maka pergilah dan sedekahkanlah kurma itu sebagai kafarat baginya, kemudian bergaulah dengan anak pakcikmu itu secara baik.” Maka Khaulah pun melaksanakannya.

Inilah kisah seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada pemimpin anak Adam a'laihi salam yang mengandung banyak pelajaran di dalamnya dan banyak hal yang menjadikan seorang wanita yang mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dengan bangga dan perasaan mulia dan besar perhatian Islam terhadapnya.

Ummul mukminin Aisyah ra berkata tentang hal ini, “Segala puji bagi Allah yang Maha luas pendengaran-Nya terhadap semua suara, telah datang seorang wanita yang mengajukan gugatan kepada Rasulullah saw, dia berbincang-bincang dengan Rasulullah saw sementara aku berada di samping rumah dan tidak mendengar apa yang dia katakan, maka kemudian Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat, “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah…” (Al-Mujadalah: 1)

Inilah wanita mukminah yang dididik oleh Islam yang menghentikan Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu saat berjalan untuk memberikan wejangan dan nasihat kepadanya. Beliau berkata, “Wahai Umar aku telah mengenalmu sejak namamu dahulu masih Umair (Umar kecil) tatkala engkau berada di pasar Ukazh engkau mengembala kambing dengan tongkatmu, kemudian berlalulah hari demi hari sehingga memiliki nama Amirul Mukminin, maka bertakwalah kepada Allah perihal rakyatmu, ketahuilah barangsiapa yang takut akan siksa Allah maka yang jauh akan menjadi dekat dengannya dan barangsiapa yang takut mati maka dia kan takut kehilangan dan barangsiapa yang yakin akan adanya hisab maka dia takut terhadap Adzab Allah.” Beliau katakan hal itu sementara Umar Amirul Mukminin berdiri sambil menundukkan kepalanya dan mendengar perkataannya.

Akan tetapi al-Jarud al-Abdi yang menyertai Umar bin Khaththab tidak tahan mengatakan kepada Khaulah, “Engkau telah berbicara banyak kepada Amirul Mukminin wahai wanita.!” Umar kemudian menegurnya, “Biarkan dia…tahukah kamu siapakah dia? Beliau adalah Khaulah yang Allah mendengarkan perkataannya dari langit yang ketujuh, maka Umar lebih berhak untuk mendengarkan perkataannya. “

Dalam riwayat lain Umar bin Khaththab berkata, “Demi Allah seandainya beliau tidak menyudahi nasihatnya kepadaku hingga malam hari maka aku tidak akan menyudahinya sehingga beliau selesaikan apa yang dia kehendaki, kecuali jika telah datang waktu shalat maka aku akan mengerjakan shalat kemudian kembali mendengarkannya sehingga selesai keperluannya.”

(SUMBER: buku Mengenal Shahabiah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam., karya Mahmud Mahdi al-Istanbuly dan Musthafa Abu an-Nashar asy-Syalaby, h.242-246, penerbit AT-TIBYAN)

I Love Islam 

Sifat Mata Wanita menunjukkan Sikapnya.

Posted by Unknown Tuesday, September 11, 2012 0 comments

Saiz mata kecil

Peramah, banyak cakap, kurang pertimbangan. Lelaki boleh jadi kelam kabut akibat mulutnya. Bersikap periang tapi bila marah lambat sejuknya. Bila bercinta suka tukar pasangan kerana hatinya tidak pernah puas. Boleh bahagia dengannya jika dapat penuhi kehendak duniawinya dan melayan syahwatnya dengan baik.

Saiz mata sedang

Sederhana, tidak banyak berahsia, ada pertimbangan, bertanggungjawab serta perlukan belaian mesra suami.

Saiz mata lebar

Cukup kuat berahsia, otak kurang cergas, pemarah,bertindak tanpa fikir panjang, kurang teratur, tiada arah tujuan dan putus asa. Tapi boleh setia. Nafsu syahwat tinggi.

Mata selalu berkedip

Pemaaf, senang dibawa berbincang, memahami dan sabar. Wanita ini baik

Mata jarang berkedip

Wanita ini istimewa, bijaksana, baik pekerti, setia, adil,bertanggungjaw ab,tidak cerewet, membantu dan membahagiakan.

Mata cengkung

Kurang memuaskan, materialistik, hidup dengannya boleh sengsara, kata manis tapi bohong, mahu senang, mudah curang, bila anda susah dia tidak peduli.

Mata redup

Wanita ini mudah dipermainkan, tidak dapat kawal emosi, hati tidak tetap, banyak kenalan kurang sahabat, mengumpat, irihati, kejam, kasar,mencemuh, pemarah.

Matanya seolah tersembul keluar

Sifatnya baik, rela, tabah, menyenangkan, ikut kata. Tapi mungkin tidak tepati janji, pendendam, tamak dan marah bila tidak puas nafsu syahwatnya.

I Love Islam

8 Petua Cantik dan Menarik

Posted by Unknown 0 comments

Jadilah Ghaddul Basor (Menundukkan Kepala) Sebagai hiasan Mata, nescaya mata menjadi semakin Jernih.

Sapukanlah 'Lipstik Kejujuran' pada bibir, nescaya kita akan bertambah manis.

Gunakanlah 'Pemerah Pipi' yang diperbuat daripada rasa Malu iman.

Pakailah 'Sabun Istighfar' yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang kita lakukan

Rawatlah rambutmu dengan 'Selendang Islam' yang akan menghilangkan kelemumur pandangan lelaki yang membahayakan.(ni ada kat pasar)

Hiasilah kedua tangan dan jari2 mu dengan gelang Tawaduk dan cincin Ukhuwwah.

Pakailah kamu akan kalung kesucian.

Bedaklah wajahmu dengan 'Air wuduk', Nescaya wajahmu akan bercahaya di Akhirat Kelak.

P/S : Sume barang2 kat atas tu takde kat Pasar Malam, Pasar Tani or Pasar2 kat dunia ni..

    Makna Di Sebalik Kata2 Wanita/Perempuan

    Posted by Unknown 0 comments

    Ni satu lagi citer aq nak kongsi ngan rakan2 . Ayat ni aq amik kat dalam Forum tanya sifu.....yang dipost oleh sorang member ni..@rUn@...nah taknak citer panjang2 korang baca ni jer...

    1. Kalau perempuan tanya : Lawa ke budak pompuan tu?

    Makna tersembunyi : Siapa yang paling lawa? I ke, budak pompuan tu?

    2. Kalau perempuan tanya : You dah makan ke belum?

    Makna tersembunyi : Jom pi makan. Lapar ni!

    3. Kalau perempuan kata : Lawa-lawa la baju kat sini,yek.

    Makna tersembunyi : Belikanlah untuk I.

    4. Kalau perempuan kata : Rasa macam nak pening la.

    Makna tersembunyi : Tolong picit kepala.

    5. Kalau perempuan kata : Letihnya hari ni. Mana nak masak, basuh kain-baju lagi?

    Makna tersembunyi : Kita makan kat luar jelah. Lepas tu, tolong basuh kain-baju sekali, yek.

    6. Kalau perempuan kata : Kita lebih sesuai berkawan saja.

    Makna tersembunyi : I tak nak kat you. Tak paham-paham ke?

    7. Kalau perempuan kata : I suka berkawan dengan you. You baik,memahami bla bla bla...

    Makna tersembunyi : Hish.. I rasa macam minat sesangat kat you la. Rasa macam nak jadi

    awek you je.

    8. Kalau perempuan tanya : You pernah tak teringatkan awek you yang dulu?

    Makna tersembunyi : Kalau nak gaduh, kalau berani sangat, sebut la nama dia depan aku.

    9. Kalau perempuan kata : I sanggup berkorban demi kebahagiaan you.

    Makna tersembunyi : Amboi! Aku kena berkorban. Habih, hangpa dua ekoq gak yang seronok.

    10.Kalau perempuan kata : I tak kisah kalau memang betul you nak kahwin lagi satu. Asalkan you berterus- terang dengan I, bersikap jujur dan berlaku adil.

    Makna tersembunyi : Sapa kata aku tak kisah? Adil ke tak adil, aku tak kira! Langkah mayat aku dulu sebelum nak menikah lagi satu.

    hehehehee......

    I Love Islam